Bapak/Ibu Guru hebat, tantangan
terbesar dalam menerapkan Kurikulum Merdeka adalah pelaksanaan
pembelajaran berdiferensiasi. Kita tahu bahwa setiap siswa unik; ada yang lebih
cepat paham dengan melihat gambar (Visual), ada yang suka membaca teks mendalam
(Reading/Writing), dan ada yang butuh audio atau video (Auditory).
Namun, membuat 3 jenis materi
berbeda untuk satu topik pelajaran tentu memakan waktu yang sangat lama jika
dilakukan manual.
Kabar baiknya, kecerdasan buatan
(AI) hadir untuk meringankan beban administrasi kita. Salah satu tools
terbaik untuk keperluan ini adalah Diffit AI.
Dalam artikel ini, saya akan
membagikan panduan langkah demi langkah bagaimana memanfaatkan Diffit untuk
memfasilitasi berbagai gaya belajar siswa hanya dalam hitungan menit.
Apa itu Diffit AI?
Diffit bukanlah alat untuk mendiagnosa
psikologi siswa, melainkan alat "Diferensiasi Konten Otomatis".
Diffit mampu mengambil satu materi sumber (bisa dari link YouTube, artikel PDF,
atau teks buku), lalu mengubahnya menjadi berbagai format materi ajar dengan
tingkat kesulitan (reading level) yang bisa disesuaikan.
Berikut adalah strategi membagi
bahan ajar berdasarkan kelompok gaya belajar menggunakan Diffit:
Langkah 1: Persiapan (Peta Konsep)
Sebelum membuka aplikasi, pastikan
Bapak/Ibu sudah memetakan siswa ke dalam kelompok besar (bisa berdasarkan
asesmen diagnostik awal):
1. Kelompok Visual & Auditory: Siswa yang menyukai grafis, video,
dan penjelasan lisan.
2. Kelompok Tekstual (Reading): Siswa yang gemar membaca analisis
dan literasi mendalam.
3. Kelompok Butuh Bimbingan (Support): Siswa yang membutuhkan
penyederhanaan bahasa materi.
Langkah 2: Mulai Menggunakan Diffit
1. Buka situs web.diffit.me.
2. Login menggunakan akun Google
(belajar.id atau gmail pribadi).
3. Di halaman utama, Anda akan melihat
kolom input materi. Di sinilah kuncinya.
Langkah 3: Strategi Pembuatan Materi per Kelompok
Agar hasilnya maksimal, kita tidak
menggunakan satu tombol untuk semua. Gunakan trik berikut untuk masing-masing
kelompok:
A. Untuk Kelompok Visual & Auditory (Berbasis
Multimedia)
Kelompok
ini akan bosan jika diberi teks panjang. Solusinya:
- Cari
video pembelajaran yang relevan di YouTube (misal: "Proses Terjadinya
Hujan"). Salin Link-nya.
- Di
Diffit, pilih tab "Article or Video URL". Paste link
tersebut.
- Pilih
level kelas dan atur bahasa ke "Indonesian". Klik Generate
Resources.
- Trik
Ekspor:
Setelah materi jadi, klik tombol "Get Student Activities"
lalu pilih format "Google Slides".
- Hasil: Anda akan mendapatkan slide
presentasi yang kaya gambar dan poin-poin ringkas. Sangat cocok untuk
ditayangkan atau diberikan pada siswa visual di tablet mereka.
B. Untuk Kelompok Tekstual/Reading (Berbasis
Literasi)
Kelompok
ini membutuhkan kedalaman materi. Solusinya:
- Di
menu awal Diffit, pilih tab "Topic" atau "Text".
- Masukkan
materi teks dari buku pegangan guru atau ketik topik spesifik.
- Atur
Reading Level sedikit lebih tinggi (misal: Grade 8 atau 9) untuk
memancing nalar kritis.
- Trik
Ekspor: Pilih
"Export" lalu "Printable Doc (PDF)".
- Hasil: Lembar kerja (LKPD) berbentuk
artikel bacaan yang komprehensif, lengkap dengan paragraf naratif dan soal
esai (Open Ended).
C. Untuk Kelompok yang Butuh Bimbingan
(Diferensiasi Level)
Seringkali
ada siswa yang tertinggal bukan karena tidak pintar, tapi karena bahasa buku
paket terlalu sulit dipahami.
- Gunakan
materi yang sama dengan kelompok lain.
- Lihat
fitur "Adapt Reading Level" di bagian atas hasil Diffit.
- Geser
ke level yang lebih rendah (misal: 2nd - 3rd Grade).
- Magic
Moment:
Diffit akan menulis ulang (rewrite) materi tersebut menggunakan
kosakata yang jauh lebih sederhana tanpa mengurangi esensi pelajaran.
Langkah 4: Eksekusi di Kelas
Sekarang Bapak/Ibu memiliki 3
"senjata" untuk satu topik pelajaran:
· File Google Slides $\rightarrow$ Kirim ke grup siswa
Visual/Auditory.
· File PDF Bacaan $\rightarrow$ Cetak dan bagikan ke
siswa Tekstual.
· File Teks Sederhana $\rightarrow$ Dampingkan untuk
siswa yang butuh bimbingan khusus.
Dengan cara ini, Bapak/Ibu telah
melaksanakan pembelajaran berdiferensiasi secara nyata, bukan sekadar teori
administrasi. Semua siswa belajar topik yang sama, namun lewat "pintu
masuk" yang paling nyaman bagi otak mereka.
Selamat mencoba dan semoga pekerjaan administrasi Bapak/Ibu semakin ringan dengan bantuan
0 Comments